Sabtu, 08 November 2014

makalah organisasi manajemen



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Di era yang modern ini kita tidak pernah terlepas yang namanya manajemen apakah itu dalam skala besar maupun kecil dan itu terjadi dikehidupan sehari-hari kita, orang yang memiliki jiwa manajemen yang baik akan mampu memanaje suatu kegiatan dengan baik pula.
Didalam manajemen tidak terlepas dari namanya orang lain atau organisasi sebab oraganisasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam memanaje suatu kegiatan. Oleh karena itu, jika seorang manajer memiliki jiwa organizing yang baik maka dia akan mampu mengelompokkan seseorang sesuai pada tempatnya sehingga perwujudn “The Right Man The Place” bias terlaksanakan dengan baik.
Oleh karena itu, organizing memiliki peran penting dalam membantu kesuksesan manajer. Organisasi sangat perlu dimiliki setiap manajer baik itu memanaje diri sendiri dan orang lain serta perusahaan dalam skala kecil maupun besar.
Lebih jelas lagi, Organisasi adalah kumpulan orang-orang yang bekerja dalam suatu sistem pencarian tujuan. Kerja dibagi diantara orang-orang tersebut dan kemudian dikoordinasikan untuk mencapai tujuan organisasi. Gagasan tentang organisasi telah lama ada. Chester Barnard mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem kegiatan yang dikoordinasikan secara sadar diantara dua orang atau lebih. Lebih lanjut, definisi yang berlaku saat ini mengartikan organisasi sebagai suatu entitas yang dianggap akan terus eksis melaksakan berbagai fungsinya lewat kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi oleh sekumpulan orang untuk mencapai tujuan tertentu.
 Ada  banyak teori mengenai bagaimana dan mengapa orang berperilaku dalam organisasi, diantaranya adalah teori jenjang kebutuhan dan teori motivasi pencapaian. Menurut teori jenjang kebutuhan manusia mempunyai kebutuhan dan keinginan, yang apabila satu kebutuhan telah terpenuhi maka manusia tersebut akan berusaha untuk memenuhi tingkat kebutuhan lain yang lebih tinggi. Pada setiap saat, seseorang akan berusaha memuaskan kebutuhan yang berbeda-beda, dimana kebutuhan ini akan menentukan tingkah laku manusia.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini ada beberapa hal yang ingin dirumuskan yaitu :
1.      Apakah itu organizing/organisasi ?
2.      Bagaimana bentuk-bentuk dari organiasi ?
3.      Bagaimana prinsip yang dimiliki oleh organisasi ?
4.      Mengapa organisasi harus ada ada dalam manajemen ?
5.      Apakah organizing mampu menuju kegiatan manajemen ?

















BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi berasal dari istilah Yunani organon dan istilah latin organum yang berarti alat, bagian, anggota, atau badan. Arti organisasi itu sendiri adalah sebuah perserikatan yang terdiri antara dua orang atau lebih yang didasarkan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Adapula beberapa pengertian organisasi yaitu :
·         Organisasi adalah perserikatan untuk mencapai tujuan.
·         Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.
·         Organisasi dalam arti bagan adalah gambaran skemtis tentang hubungan kerja sama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapau suatu tujuan.
·         Organisasi dalam arti dinamis adalah proses penetapan dan pembagian pekerjaan, pembatasan tugas dan tanggung jawab, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga dapat bekerja dengan efektif untuk mencapai tujuan.
Terdapat 3(tiga) faktor atau unsur penting dalam organisasi yaitu :
·         Adanya sekelompok orang
·         Adanya hubungan dan pembagian kerja diantara mereka
·         Adanya tujuan yang ingin dicapai
Juga teradapat beberapa definisi tentang organisasi dari beberapa para ahli, diantaranya :
1.      Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui dimana orang-orang dibawah pengarahan manjer mengejar tujuan bersama.
2.      Organisasi Menurut James D.Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia utuk mencapai tujuan bersama.

3.      Organisasi Menurut Chester I.Bernard
Organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Tanpa mendefinisikan apa organisasi, bebrapa penulis mengemukakan bahwa ada 3(tiga) ciri dari suatu organisasi, yaitu :
a.       Adanya sekelompok orang.
b.      Antarhubungan terjadi dalam suatu kerja sama yang harmonis.
c.       Kerjasama didasarkan atas hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan.

B.     TUJUAN ORGANISASI    

a.      Tujuan Sosial
Tujuan oraganisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
b.      Tujuan Fungsional
Tujuan fungsioanal adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
c.       Tujuan Sosial
Tujuan sosial adalah agar organisasi atau perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.
d.      Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.



C.    BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Dalam suatu organisai,yang menjadi dasar adalah pembagian kekuasaan dan tanggung jawab, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada masing-masing struktur organisasi yang akan dibahas satu persatu dibawah ini :

1.      Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan bentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol biasa juga disebut denagn organisasi militer dimana ciriny adalah struktur organisasi ini relative kecil, jumlah karyawan yang relative sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Ø  Kebaikannya :
a.       Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
b.      Proses pengambilan keputusan berjalan denagn cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi mash sedikit.
c.       Rasa solidaritas diantara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Ø  Keburukannya :
a.       Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan ( satu orang ) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mendekat atau hancur.
b.      Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c.       Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.






2.      Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan  berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Ø  Kebaikannya :
a.       Pembidangan tugas-tugas jelas.
b.      Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
c.       Digunakannya tenaga-tenaga ahli dalam berbagai bidng sesuai dengan fungsinya.

Ø  Keburukannya :
a.       Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
b.      Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.

D.    PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
1.      Perumusan Tujuan Dengan Jelas
Bila akan melakukan suatu aktivitas, pertama-tama harus dijelaskan dulu tujuannya. Bagi suatu organisasi, tujuan aktivitas itu akan berperan sebagai:
·         Pedoman kearah mana organisasi itu akan dibawa
·         Landasan bagi organisasi bersangkutan
·         Menentukan macam aktivitas yang akan dilakukan
·         Menentukan serangkaian program prosedur, koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan meknisme



2.      Pembagian Tugas
Dalam suatau organisasi, pembagian tugas merupakan suatu keharusan mutlak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pekerjaan. Pembagian tugas akan menghasilkan departemen-departemen dan deskripsi tugas ( job description ) masing-masing departemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi.
3.      Delagasi Kekuasaan
Salah satu prinsip pokok dalam setiap organisasi adalah delagasi kekuasaan. Kepada setiap karyawan ysng menduduki jabatan tertentu harus didelagasikan kekuasaan, atau wewenang yang diperlukan agar yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas sebik-baiknya. Wewenang atau keputusan, penggunaan peralatan, dan lain-lain.
4.      Rentangan Kekuasaan
Yang dimaksud rentangan kekuasaan adalah berapa jumlah orang yang tepat menjadi bawahan seorang pemimpin, agar dia mampu memimpin, membimbing, dan mengawasi secara efektif.
5.      Tingkat Tingkat Pengawasan
Tingkat pengawasan hendaknya diusahakan sedikit mungkin harus diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin, selain memudahkan komunikasi, juga agar ada motivasi bagi setiap orang dalam organisasi untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi pada struktur organisasinya.
6.      Kesatuan Perintah dan Tanggung (Unity of Command and Responsibility)
Menurut prinsip ini, seorang bawahan hanya mempunyai seorang atasan dari siapa ia menerima perintah dan kepada siapa ia memberi pertanggung jawaban akan pelaksanaan tugasnya. Salah satu motto yang terkenal dari prinsip ini adalah “ no man can two bosses” atau tidak seorang dapat melayani dua atas sekligus.


7.      Koordinasi
Prinsip yang tidak pernah kalah pentingnya dalam organisasi adalah prinsip koordinasi. Koordinasi adalah usaha mengrahkan kegiatan seluruh unit-unit organisasi agar setuju untuk memberikan sumbangan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.

E.     PERANAN MANAJER DALAM MANJEMEN ORGANISASI PUBLIK
Manajemen terutama dalam organisasi publik berperan dengan proses bagaimana kegiatan yang telah dirancang oleh organisasi publik dapat dapat diimplementasikan secara efektif. Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari pemimpin atau manjer. Dalam konteks ini, manajer berperan mngintegrasikan organisasi dan variabel-variabel manusia kedalam sebuah system sosioteknik yang efektif dan efisien.
Sistem sosioteknik merupakan suatu kondisi agar para pegawai bias bekerja dengan baik, maka selain mematuhi aturan-aturan yang berlaku, pegawai juga butuh investasi sosial dan intelektual/pengetahuan dam berorganisasi. Sementara itu, menurut Hendry Mintzberg dalam buku Manajemen Perilaku Organisasi (Winardi), ada sepuluh macam peranan manajerial yaknin :
A.    Peranan Antar Pribadi
1.      Peranan sebagai tokoh ( melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial dan sosial, sebagai wakil organisasi yang bersangkutan )
2.      Peranan sebagai pemimpin
3.      Peranan sebagai penghubung ( the Liason Role ) terutama dengan pihak luar
B.     Peranan Informasional
1.      Peranan sebagai pihak penerima ( menerima informasi tentang pengoprasian sebuah perusahaan )
2.      Peranan sebagai penyebar berita atau informasi ( menyampaikan informasi kepada pihak bawahan )
3.      Peranan sebagai juru bicara (meneruskan informasi kepada pihak yang berada diluar organisasi yang bersangkutan )
C.    Peranan Keputusan
1.      Peranan sebagai wirausahawan
2.      Peranan yang mengatasi gangguan-gangguan yang mengalokasikan sumber-sumber daya
3.      Peranan sebagai perantara ( mebghadapi berbagai macam orang dan kelompok-kelompok orang )

F.     FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi manajemen itu sendiri dibagi menjadi empat, yaitu :
1.      Perencanaan ( Planning )
Merupakan proses kegiatan memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki dan menentukan prioritas-prioritas  kedepannya agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dasar oeganisasi tersebut.
2.      Pengorganisasian ( organizing )
Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit keja dan fungsi-fungsinya serta penempartan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
3.      Pengarahan ( directing )
Merupakan suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan maherial dam usaha-usaha organisasi.
4.      Pengevaluasian ( evaluating )
Merupakan proses pengawasan dan pengendalian performa organisasi untuk memastikan bahwa jalannya organisasi sesuai dengan rencna yang telah ditetapkan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi oragnisasi disini adalah sebagai alat dari manajemen strategis untuk mencapau tujuan. Jadi antara manajemen dan organisasi memiliki hubungan keterikatan yang erat. Karena untuk memasarkan atau menyebarkan unit-unit produknya diperlukan manajemen untuk mengkoordinirnya.
G.    KELEMAHAN-KELEMAHAN DARI BENTUK ORGANISASI

1.      Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat.
2.      Solidaritas pegawai kurang karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal.
3.      Sering terjadi persaingan tidak sehat karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksankannyalah yang penting.
4.      Pimpinan ini mengabaikan advis staf.
5.      Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berebagai kerja antara garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang.
6.      Penggunaan staf ahli bias menambah pembebanan biaya yang besar.
7.      Kemunkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai ini.
8.      Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lain dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjdai kompleks.

H.    INDIVIDU DAN PERILAKU ORGANOSASI

Aktivitas manajer dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian memerlukan waktu untuk mengambil keputusan tentang kecocokan antarindividu, tugas pekerjaan, dan efektivitas. Keputusan tersebut secara spesifik dipengaruhi oleh ciri manajer maupun oleh ciri bawahan. Pada umumnya, disetujui bahwa untuk mengubah sebuah variabel psikologis diperlukan diagnosis yang mendalam, pelaksanaan, penilaian, dan modifikasi.
Belum ada satu metode yang mujarab yang dapat mengubah persepsi, sikap, kepribadian, dan pola belajar. Ciri yang dimaksud adalah persepsi (perception), kepribadian (personality), dan pembelajaran (learning). Setiap faktor tersebut memengaruhi pola perilaku manajer dan bawahan dalam organisas. Manajer maupun bawahan melihat dan memahami individu dan objek, membentuk sikap terhadap individu lain atau organisasi, memiliki struktur kepribadian, dan belajar sambil bekerja. Oleh karena itu, manajemen yang efektif meliputi pemahaman terhadap empat ciri utama individu diatas.
1.      Persepsi
Adalah proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Karena setiap individu memberi arti kepada stimulus maka individu yang berbeda akan melihat barang yang sama dengan cara yang berbeda. Para anggota organisasi melihat situasi seringkali memiliki arti yang lebih penting untuk memahami perilaku daripada situasi itu sendiri. Persepsi mencakup penerimaan stimulus (masukan), pengorganiasian stimulus, dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang dapat memengaruhi perilaku dan membentuk sikap.
Ø  Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang atau orang lain, objek, dan tanda adalah sebagai berikut :
a.   Organisasi persetual
Salah satu prinsip organisasi yang paling dasar yang betalian dengan organisasi adalah kecenderung individu menyusun pola stimulus dari segi hubungan gambar latar belakang.
b.      Stereotip
Cara manajer mengelompokkn para bawahan  seringkali merupakan suatu refleksi dari rasangka konseptualnya (conceptual bias). Stereotip digunakan untuk deskrips penilaian mengenai seseorang atas dasar keanggotaan kelompok etnisnya.
c.       Persepsi selektif
Knsep persepsi selektif amat penting bagi manajer karena mereka seringkali menerima sejumlah besar informasi data. Oleh karna itu, mereka mungkin cenderung memilih informasi yang mendukung pandangan mereka. Individu cenderung mengabaikan informasi yang dapat membuat mereka merasa tidak senang.



d.      Karakteristik manajer
Manajer yang mempersepsi perilaku dan perbedaan individual dari para bawahan dipengaruhi oleh sifatnya sendiri. Apabila mereka memahami bahwa sifat-sifat dan nilai mereka sendiri memengaruhi persepsi, mungkin mereka dapat melaksanakan evalusasi yang lebih teliti mengenai bawahanmereka.
e.       Faktor situasional
Tekanan waktu, sikap individu yang bekerja sama dengan mnajer, dan faktor-faktor situasi lain memengaruhi ketelitian persepsi.
f.        Kebutuhan
Kebutuan dan keinginan individu, demikian pula mananjer akn memengaruhi persepsi.
g.      Emosi
Emosi seseorang banyak memengaruhi persepsi yang kuat, seperti rasa benci yang berlebihan tergadap suatu peraturan organisasi dapt menyebabkan individu tersebut tidak menyenangi sebagian besar kebijakan dan peraturan organisasi. Demikian pula sebaliknya terhadap individu yang memiliki emosi yang rendah hanya berpengaruh sedikit terhadap persepi.
2.      Sikap
Adalah kesiapsiagaan mental yang diorganisasikan melalui pengalaman yang memiliki pengaruh tertentu kepada tanggapan seseorang terhadap orang, objek, dan situasi yang berhubungan dengannya.
Ø  Defenisi ini memberikan pengaruh kepada manajer sebagai berikut:
a.       Sikap menentukan kecenderungan individu terhadap segi tertentu dari dunia ini.
b.      Sikap memberikan dasar emosional bagi hubungan interpersonal seseorang dan pengenalannya terhadap orang lain.
c.       Sikap diorganisasi dan dekat dengan inti kepribadian.

Sikap individu dapat dibentuk melalui berbagai sumber, seperti dari keluarga, teman sekerja dalam kelompok, masyarakat, dan pengalaman pekerjaa sebelumnya. Individu beljar belajar dan mengetahui sikap melalui pengalaman kerja. Mereka mengenmbangkan sikap terhadap faktor-faktor seperti persamaan upah, penimbangan prestasi, kemmpuan manajemen, pendekatan kerja, dan keanggotan serikat kerja.
Salah satu hal yang dapat digunakan sebagai cara mengorganisasi sejumlah sikap adalah nilai. Nilai memiliki hubungan yang amat erat dengan sikap. Nilai (value). Sebagaimana didefenisikan oleh Edwar Spranger (1975:11) adalah kumpulan dari perasaan senang fan tidak senang, pandangan, keharusan, kecenderungan dalam diri individu, pendapat yang rasional dan tidak rasioana, prasangka, dan pola asosiasi yang menentukan pandangan seseorang tentang dunia.
Nilai amat penting untuk memahami perilaku manajemen yang efektif. Akan tetapi, nilai tidak hanya memengaruhi persepsi dari efektivitas tujuan tetapi juga memengaruhi persepsi dari alat yang tepat untuk mencapai tujuan. Apabila manajer mengevaluasi prestasi bawahan maka pengaruh dari nilai mereka akan tampak denagn jelas. Bawahan yang memiliki nilai yang sama dengan manajer akan mendapat penilain yang lebih baik daripada bawahan yang berbeda nilainya, demikian pula sebaliknya.
3.      Kepribadian
Salah satu masalah paling rumit yang harus dipahami oleh para manajer suatu organisasi adalah hubungan antara perilaku (behavior) dan kepribadian (personality). Faktor-faktor hasil cipta karya manusia dan sosial dapat memengaruhi kepribadian individu. Secara singkat Salvatore R. Maddi (1980:41) membatasi bahwa kepribadian seseorang adalah serangkaian ciri yang relatif mantap, kecenderungan dan perangai yang sebagian besar dibentuk oleh faktor keturunan dan oleh faktor-faktor sosial, kebudayaan, dan lingkungan. Serangkaian variabel ini menentukan persamaan dan perbeedaan dalam perilaku individu.

Ø  Pendekatan konseptual yang seringkali digunakan untuk memahami kepribadian individu adaah pendekatan ciri dan teori psikodinamis.
a.      Pendekatan diri
Adalah kecenderungan yang dapat diduga, yang menagarahkan perilaku individu berbuat dengan cara yang konsisten dan khas. Ciri menghasilkan perilaku yang konsisten karena ciri merupakan sifat yang menetap dan memiliki jangkauan yang umum.
b.      Teori psikodinamis
Sifat dinamais dari kepribadian belum dikemukakan secara sungguh-sungguh sampai terbitnya karangan Sigmund Freud mengemukakan perbeedaan individu dalam kepribadiandengan mengajukan pemdapat bahwa individu menghadapi motivasinya yang utama secara berbeda. Tetapi perang terus-menerus antara dua bagian dari kepribadian, yaitu Id dan superego yang diperlemahkan ego.
Id dirtikan sebagai primitif dan tidak sadar dari kepribadian, gudang stimulus pokok. Id bekerja secara tidak rasional dan secara impulsive, tetapi tanpa mempertimbangkan hal-hal yang diinginkan tersebut mungkin atau dapat diterima dari segi moral. Superego adalah gudang dari nilai individu, termasuk sikap moral yang dibentuk oleh masyarakat. Superego seringkali bertentangan dengan Id. Id ingin mengerjakan hal-hal yang dirasa baik, sedangkan superegomendesa mengerjakan hal yang benar.
Ego bekerja seperti wasit dari pertentangan antara Id dan superego. Ego mewakili gambaran individual mengenai realitas fisik dan sosial, dan gambaran mengenai hal-hal yang akan menimbulkan sesuatu atau hal-hal yang mungkin terjadi didalam dunia yang dialaminya. Bagian tugas ego adalah memilih tindakan yang akan memberi kepuasan atas desakan hati tanpa menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

c.       Teori humanitis 
Pendekatan humanitis terhadap pemahaman memberi tekanan pada perkembangan dan aktualisasi diri dari individu. Teori humanitis menekankan pentingnya cara mempersepsikan dunia mereka dan kekuatan yang memengaruhinya. Teori humanitis menekankan individu dan pentingnya aktualisasi diri bagi kepribadian.
4.      Belajar
Adalah proses terjadinya perubahan yang relative tetap dalam perilaku sebagai akibat dari praktik. Relative menunjukkan bahwa perubahan dalam perilaku harus banyak bersifat permanen. Praktik dimaksudkan untuk mencakup formal dan juga pengalman yang tidak terkendali. Perubahan yang menjadi ciri belajar mungkin adaptif dan memajukan efektivitas tetapi mungkin juga tidak adaptif dan tidak efektif.
















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
            Struktur organisasi adalah struktur yang terisi dari hubungan antara pekerjaan dan kelompok-kelompok pekerja yang relatif tetap dan stabil dengan tujuan memngaruhi perilaku individu dan kelompok guan mencapai prestasi yang efektif.
            Adapun bentuk-bentuk organiasi adalah organisasi garis, organisasi fungsional, organiasi garis dan staf, organisasi gabungan. Masing-masing drai bentuk organisasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
           Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkah.















DAFTAR PUSTAKA

Dr. H.B. Siswanto, M.Si, Bumi Askara materi Penagantar Manajemen, Jakarta 13220
Bernard, Charles.1968.Function of The Executive.Massachusetts: Harvad University Press
Catanese, Anthony J. dan James Snyder.1988. Urban Planning Edition
                                                                                                                     


created by Nur Hartina