BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di era yang modern ini kita tidak pernah terlepas
yang namanya manajemen apakah itu dalam skala besar maupun kecil dan itu
terjadi dikehidupan sehari-hari kita, orang yang memiliki jiwa manajemen yang
baik akan mampu memanaje suatu kegiatan dengan baik pula.
Didalam manajemen tidak terlepas dari namanya orang
lain atau organisasi sebab oraganisasi merupakan salah satu kunci keberhasilan
dalam memanaje suatu kegiatan. Oleh karena itu, jika seorang manajer memiliki jiwa
organizing yang baik maka dia akan mampu mengelompokkan seseorang sesuai pada
tempatnya sehingga perwujudn “The Right Man The Place” bias terlaksanakan
dengan baik.
Oleh karena itu, organizing memiliki peran penting
dalam membantu kesuksesan manajer. Organisasi sangat perlu dimiliki setiap
manajer baik itu memanaje diri sendiri dan orang lain serta perusahaan dalam
skala kecil maupun besar.
Lebih jelas lagi, Organisasi adalah kumpulan orang-orang
yang bekerja dalam suatu sistem pencarian tujuan. Kerja dibagi diantara
orang-orang tersebut dan kemudian dikoordinasikan untuk mencapai tujuan
organisasi. Gagasan tentang organisasi telah lama ada. Chester Barnard
mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem kegiatan yang dikoordinasikan
secara sadar diantara dua orang atau lebih. Lebih lanjut, definisi yang berlaku
saat ini mengartikan organisasi sebagai suatu entitas yang dianggap akan terus
eksis melaksakan berbagai fungsinya lewat kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi
oleh sekumpulan orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Ada banyak teori mengenai bagaimana dan mengapa
orang berperilaku dalam organisasi, diantaranya adalah teori jenjang kebutuhan
dan teori motivasi pencapaian. Menurut teori jenjang kebutuhan manusia
mempunyai kebutuhan dan keinginan, yang apabila satu kebutuhan telah terpenuhi
maka manusia tersebut akan berusaha untuk memenuhi tingkat kebutuhan lain yang
lebih tinggi. Pada setiap saat, seseorang akan berusaha memuaskan kebutuhan
yang berbeda-beda, dimana kebutuhan ini akan menentukan tingkah laku manusia.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Dalam
makalah ini ada beberapa hal yang ingin dirumuskan yaitu :
1. Apakah
itu organizing/organisasi ?
2. Bagaimana
bentuk-bentuk dari organiasi ?
3. Bagaimana
prinsip yang dimiliki oleh organisasi ?
4. Mengapa
organisasi harus ada ada dalam manajemen ?
5. Apakah
organizing mampu menuju kegiatan manajemen ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
ORGANISASI
Organisasi berasal dari istilah Yunani organon dan istilah latin organum yang berarti alat, bagian,
anggota, atau badan. Arti organisasi itu sendiri adalah sebuah perserikatan
yang terdiri antara dua orang atau lebih yang didasarkan kerja sama untuk
mencapai tujuan bersama. Adapula beberapa pengertian organisasi yaitu :
·
Organisasi adalah perserikatan untuk
mencapai tujuan.
·
Organisasi dalam arti badan adalah
sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.
·
Organisasi dalam arti bagan adalah
gambaran skemtis tentang hubungan kerja sama antara orang-orang yang terdapat dalam
suatu badan untuk mencapau suatu tujuan.
·
Organisasi dalam arti dinamis adalah
proses penetapan dan pembagian pekerjaan, pembatasan tugas dan tanggung jawab,
serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga dapat bekerja
dengan efektif untuk mencapai tujuan.
Terdapat 3(tiga) faktor atau unsur penting dalam
organisasi yaitu :
·
Adanya sekelompok orang
·
Adanya hubungan dan pembagian kerja
diantara mereka
·
Adanya tujuan yang ingin dicapai
Juga teradapat beberapa definisi tentang organisasi
dari beberapa para ahli, diantaranya :
1.
Organisasi
Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola
hubungan-hubungan yang melalui dimana orang-orang dibawah pengarahan manjer
mengejar tujuan bersama.
2.
Organisasi
Menurut James D.Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia utuk mencapai tujuan bersama.
3.
Organisasi
Menurut Chester I.Bernard
Organisasi adalah suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Tanpa mendefinisikan apa organisasi, bebrapa penulis
mengemukakan bahwa ada 3(tiga) ciri dari suatu organisasi, yaitu :
a. Adanya
sekelompok orang.
b. Antarhubungan
terjadi dalam suatu kerja sama yang harmonis.
c. Kerjasama
didasarkan atas hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai
tujuan.
B.
TUJUAN
ORGANISASI
a.
Tujuan
Sosial
Tujuan oraganisasional adalah sasaran
formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
b.
Tujuan
Fungsional
Tujuan fungsioanal adalah tujuan untuk
mempertahankan kontribusi pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
c.
Tujuan
Sosial
Tujuan sosial adalah agar organisasi
atau perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan
tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.
d.
Tujuan
Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi
dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai melalui
aktivitasnya dalam organisasi.
C.
BENTUK-BENTUK
ORGANISASI
Dalam suatu organisai,yang menjadi dasar adalah
pembagian kekuasaan dan tanggung jawab, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
masing-masing struktur organisasi yang akan dibahas satu persatu dibawah ini :
1.
Bentuk
Organisasi Garis
Bentuk
ini merupakan bentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk
organisasi diciptakan oleh Henry Fayol biasa juga disebut denagn organisasi
militer dimana ciriny adalah struktur organisasi ini relative kecil, jumlah
karyawan yang relative sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum
begitu rumit dan tinggi.
Ø Kebaikannya
:
a. Kesatuan
komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
b. Proses
pengambilan keputusan berjalan denagn cepat karena jumlah orang yang diajak
berkonsultasi mash sedikit.
c. Rasa
solidaritas diantara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Ø Keburukannya
:
a. Seluruh
organisasi tergantung pada satu pimpinan ( satu orang ) dimana bila pimpinan
tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mendekat atau hancur.
b. Ada
kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c. Kesempatan
karyawan untuk berkembang terbatas.
2.
Bentuk
Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana
sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena
setiap pimpinan berwenang memberikan
komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Ø Kebaikannya
:
a. Pembidangan
tugas-tugas jelas.
b. Spesialisasi
karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
c. Digunakannya
tenaga-tenaga ahli dalam berbagai bidng sesuai dengan fungsinya.
Ø Keburukannya
:
a. Karena
adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
b. Karyawan
lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
D.
PRINSIP-PRINSIP
ORGANISASI
1.
Perumusan
Tujuan Dengan Jelas
Bila akan melakukan suatu aktivitas,
pertama-tama harus dijelaskan dulu tujuannya. Bagi suatu organisasi, tujuan
aktivitas itu akan berperan sebagai:
·
Pedoman kearah mana organisasi itu akan
dibawa
·
Landasan bagi organisasi bersangkutan
·
Menentukan macam aktivitas yang akan
dilakukan
·
Menentukan serangkaian program prosedur,
koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan meknisme
2.
Pembagian
Tugas
Dalam suatau organisasi, pembagian tugas
merupakan suatu keharusan mutlak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih
dalam pekerjaan. Pembagian tugas akan menghasilkan departemen-departemen dan
deskripsi tugas ( job description )
masing-masing departemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi.
3.
Delagasi
Kekuasaan
Salah satu prinsip pokok dalam setiap
organisasi adalah delagasi kekuasaan. Kepada setiap karyawan ysng menduduki
jabatan tertentu harus didelagasikan kekuasaan, atau wewenang yang diperlukan agar
yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas sebik-baiknya. Wewenang atau
keputusan, penggunaan peralatan, dan lain-lain.
4.
Rentangan
Kekuasaan
Yang dimaksud rentangan kekuasaan adalah
berapa jumlah orang yang tepat menjadi bawahan seorang pemimpin, agar dia mampu
memimpin, membimbing, dan mengawasi secara efektif.
5.
Tingkat
Tingkat Pengawasan
Tingkat pengawasan hendaknya diusahakan
sedikit mungkin harus diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin, selain
memudahkan komunikasi, juga agar ada motivasi bagi setiap orang dalam
organisasi untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi pada struktur
organisasinya.
6.
Kesatuan
Perintah dan Tanggung (Unity of Command and Responsibility)
Menurut prinsip ini, seorang bawahan
hanya mempunyai seorang atasan dari siapa ia menerima perintah dan kepada siapa
ia memberi pertanggung jawaban akan pelaksanaan tugasnya. Salah satu motto yang
terkenal dari prinsip ini adalah “ no man can two bosses” atau tidak seorang
dapat melayani dua atas sekligus.
7.
Koordinasi
Prinsip yang tidak pernah kalah
pentingnya dalam organisasi adalah prinsip koordinasi. Koordinasi adalah usaha
mengrahkan kegiatan seluruh unit-unit organisasi agar setuju untuk memberikan
sumbangan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi secara
keseluruhan.
E.
PERANAN
MANAJER DALAM MANJEMEN ORGANISASI PUBLIK
Manajemen terutama dalam organisasi
publik berperan dengan proses bagaimana kegiatan yang telah dirancang oleh
organisasi publik dapat dapat diimplementasikan secara efektif. Tentu saja, hal
ini tidak terlepas dari pemimpin atau manjer. Dalam konteks ini, manajer
berperan mngintegrasikan organisasi dan variabel-variabel manusia kedalam
sebuah system sosioteknik yang efektif dan efisien.
Sistem sosioteknik merupakan suatu
kondisi agar para pegawai bias bekerja dengan baik, maka selain mematuhi
aturan-aturan yang berlaku, pegawai juga butuh investasi sosial dan
intelektual/pengetahuan dam berorganisasi. Sementara itu, menurut Hendry
Mintzberg dalam buku Manajemen Perilaku Organisasi (Winardi), ada sepuluh macam
peranan manajerial yaknin :
A.
Peranan
Antar Pribadi
1. Peranan
sebagai tokoh ( melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial dan sosial, sebagai
wakil organisasi yang bersangkutan )
2. Peranan
sebagai pemimpin
3. Peranan
sebagai penghubung ( the Liason Role
) terutama dengan pihak luar
B.
Peranan
Informasional
1. Peranan
sebagai pihak penerima ( menerima informasi tentang pengoprasian sebuah
perusahaan )
2. Peranan
sebagai penyebar berita atau informasi ( menyampaikan informasi kepada pihak
bawahan )
3. Peranan
sebagai juru bicara (meneruskan informasi kepada pihak yang berada diluar
organisasi yang bersangkutan )
C.
Peranan
Keputusan
1. Peranan
sebagai wirausahawan
2. Peranan
yang mengatasi gangguan-gangguan yang mengalokasikan sumber-sumber daya
3. Peranan
sebagai perantara ( mebghadapi berbagai macam orang dan kelompok-kelompok orang
)
F.
FUNGSI
MANAJEMEN
Fungsi manajemen itu sendiri dibagi menjadi empat,
yaitu :
1.
Perencanaan
( Planning )
Merupakan proses kegiatan memikirkan apa yang akan
dikerjakan dengan sumber yang dimiliki dan menentukan prioritas-prioritas kedepannya agar dapat berjalan sesuai dengan
tujuan dasar oeganisasi tersebut.
2.
Pengorganisasian
( organizing )
Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam
unit-unit keja dan fungsi-fungsinya serta penempartan mengenai orang yang
menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
3.
Pengarahan
( directing )
Merupakan suatu tindakan untuk mengusahakan agar
semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan
perencanaan maherial dam usaha-usaha organisasi.
4.
Pengevaluasian
( evaluating )
Merupakan proses pengawasan dan pengendalian
performa organisasi untuk memastikan bahwa jalannya organisasi sesuai dengan
rencna yang telah ditetapkan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi oragnisasi
disini adalah sebagai alat dari manajemen strategis untuk mencapau tujuan. Jadi
antara manajemen dan organisasi memiliki hubungan keterikatan yang erat. Karena
untuk memasarkan atau menyebarkan unit-unit produknya diperlukan manajemen
untuk mengkoordinirnya.
G.
KELEMAHAN-KELEMAHAN
DARI BENTUK ORGANISASI
1. Kelompok
pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat.
2. Solidaritas
pegawai kurang karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal.
3. Sering
terjadi persaingan tidak sehat karena masing-masing menganggap tugas yang
dilaksankannyalah yang penting.
4. Pimpinan
ini mengabaikan advis staf.
5. Apabila
tugas dan tanggung jawab dalam berebagai kerja antara garis dan staf tidak
tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang.
6. Penggunaan
staf ahli bias menambah pembebanan biaya yang besar.
7. Kemunkinan
pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan
pegawai ini.
8. Kemungkinan
akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lain dan staf dalam kebijakan
dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjdai
kompleks.
H.
INDIVIDU
DAN PERILAKU ORGANOSASI
Aktivitas
manajer dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan
pengendalian memerlukan waktu untuk mengambil keputusan tentang kecocokan
antarindividu, tugas pekerjaan, dan efektivitas. Keputusan tersebut secara
spesifik dipengaruhi oleh ciri manajer maupun oleh ciri bawahan. Pada umumnya,
disetujui bahwa untuk mengubah sebuah variabel psikologis diperlukan diagnosis
yang mendalam, pelaksanaan, penilaian, dan modifikasi.
Belum
ada satu metode yang mujarab yang dapat mengubah persepsi, sikap, kepribadian,
dan pola belajar. Ciri yang dimaksud adalah persepsi (perception), kepribadian
(personality), dan pembelajaran (learning). Setiap faktor tersebut memengaruhi
pola perilaku manajer dan bawahan dalam organisas. Manajer maupun bawahan
melihat dan memahami individu dan objek, membentuk sikap terhadap individu lain
atau organisasi, memiliki struktur kepribadian, dan belajar sambil bekerja.
Oleh karena itu, manajemen yang efektif meliputi pemahaman terhadap empat ciri
utama individu diatas.
1.
Persepsi
Adalah proses pemberian arti terhadap
lingkungan oleh individu. Karena setiap individu memberi arti kepada stimulus
maka individu yang berbeda akan melihat barang yang sama dengan cara yang
berbeda. Para anggota organisasi melihat situasi seringkali memiliki arti yang
lebih penting untuk memahami perilaku daripada situasi itu sendiri. Persepsi
mencakup penerimaan stimulus (masukan), pengorganiasian stimulus, dan
penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang
dapat memengaruhi perilaku dan membentuk sikap.
Ø Faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi seseorang atau orang lain, objek, dan tanda adalah
sebagai berikut :
a. Organisasi persetual
Salah satu prinsip
organisasi yang paling dasar yang betalian dengan organisasi adalah kecenderung
individu menyusun pola stimulus dari segi hubungan gambar latar belakang.
b.
Stereotip
Cara manajer
mengelompokkn para bawahan seringkali
merupakan suatu refleksi dari rasangka konseptualnya (conceptual bias). Stereotip digunakan untuk deskrips penilaian
mengenai seseorang atas dasar keanggotaan kelompok etnisnya.
c.
Persepsi
selektif
Knsep persepsi selektif
amat penting bagi manajer karena mereka seringkali menerima sejumlah besar
informasi data. Oleh karna itu, mereka mungkin cenderung memilih informasi yang
mendukung pandangan mereka. Individu cenderung mengabaikan informasi yang dapat
membuat mereka merasa tidak senang.
d.
Karakteristik
manajer
Manajer yang
mempersepsi perilaku dan perbedaan individual dari para bawahan dipengaruhi
oleh sifatnya sendiri. Apabila mereka memahami bahwa sifat-sifat dan nilai
mereka sendiri memengaruhi persepsi, mungkin mereka dapat melaksanakan evalusasi
yang lebih teliti mengenai bawahanmereka.
e.
Faktor
situasional
Tekanan waktu, sikap
individu yang bekerja sama dengan mnajer, dan faktor-faktor situasi lain
memengaruhi ketelitian persepsi.
f.
Kebutuhan
Kebutuan
dan keinginan individu, demikian pula mananjer akn memengaruhi persepsi.
g.
Emosi
Emosi seseorang banyak
memengaruhi persepsi yang kuat, seperti rasa benci yang berlebihan tergadap
suatu peraturan organisasi dapt menyebabkan individu tersebut tidak menyenangi
sebagian besar kebijakan dan peraturan organisasi. Demikian pula sebaliknya
terhadap individu yang memiliki emosi yang rendah hanya berpengaruh sedikit
terhadap persepi.
2.
Sikap
Adalah kesiapsiagaan mental yang
diorganisasikan melalui pengalaman yang memiliki pengaruh tertentu kepada
tanggapan seseorang terhadap orang, objek, dan situasi yang berhubungan
dengannya.
Ø Defenisi
ini memberikan pengaruh kepada manajer sebagai berikut:
a. Sikap
menentukan kecenderungan individu terhadap segi tertentu dari dunia ini.
b. Sikap
memberikan dasar emosional bagi hubungan interpersonal seseorang dan pengenalannya
terhadap orang lain.
c. Sikap
diorganisasi dan dekat dengan inti kepribadian.
Sikap individu dapat dibentuk melalui berbagai
sumber, seperti dari keluarga, teman sekerja dalam kelompok, masyarakat, dan
pengalaman pekerjaa sebelumnya. Individu beljar belajar dan mengetahui sikap
melalui pengalaman kerja. Mereka mengenmbangkan sikap terhadap faktor-faktor
seperti persamaan upah, penimbangan prestasi, kemmpuan manajemen, pendekatan
kerja, dan keanggotan serikat kerja.
Salah satu hal yang dapat digunakan sebagai cara
mengorganisasi sejumlah sikap adalah nilai. Nilai memiliki hubungan yang amat
erat dengan sikap. Nilai (value). Sebagaimana didefenisikan oleh Edwar Spranger
(1975:11) adalah kumpulan dari perasaan senang fan tidak senang, pandangan,
keharusan, kecenderungan dalam diri individu, pendapat yang rasional dan tidak
rasioana, prasangka, dan pola asosiasi yang menentukan pandangan seseorang
tentang dunia.
Nilai amat penting untuk memahami perilaku manajemen
yang efektif. Akan tetapi, nilai tidak hanya memengaruhi persepsi dari
efektivitas tujuan tetapi juga memengaruhi persepsi dari alat yang tepat untuk
mencapai tujuan. Apabila manajer mengevaluasi prestasi bawahan maka pengaruh
dari nilai mereka akan tampak denagn jelas. Bawahan yang memiliki nilai yang
sama dengan manajer akan mendapat penilain yang lebih baik daripada bawahan
yang berbeda nilainya, demikian pula sebaliknya.
3.
Kepribadian
Salah satu masalah paling rumit yang
harus dipahami oleh para manajer suatu organisasi adalah hubungan antara
perilaku (behavior) dan kepribadian (personality). Faktor-faktor hasil cipta
karya manusia dan sosial dapat memengaruhi kepribadian individu. Secara singkat
Salvatore R. Maddi (1980:41) membatasi bahwa kepribadian seseorang adalah
serangkaian ciri yang relatif mantap, kecenderungan dan perangai yang sebagian
besar dibentuk oleh faktor keturunan dan oleh faktor-faktor sosial, kebudayaan,
dan lingkungan. Serangkaian variabel ini menentukan persamaan dan perbeedaan
dalam perilaku individu.
Ø Pendekatan
konseptual yang seringkali digunakan untuk memahami kepribadian individu adaah
pendekatan ciri dan teori psikodinamis.
a.
Pendekatan
diri
Adalah
kecenderungan yang dapat diduga, yang menagarahkan perilaku individu berbuat
dengan cara yang konsisten dan khas. Ciri menghasilkan perilaku yang konsisten
karena ciri merupakan sifat yang menetap dan memiliki jangkauan yang umum.
b.
Teori
psikodinamis
Sifat dinamais dari kepribadian belum
dikemukakan secara sungguh-sungguh sampai terbitnya karangan Sigmund Freud
mengemukakan perbeedaan individu dalam kepribadiandengan mengajukan pemdapat
bahwa individu menghadapi motivasinya yang utama secara berbeda. Tetapi perang
terus-menerus antara dua bagian dari kepribadian, yaitu Id dan superego yang
diperlemahkan ego.
Id dirtikan sebagai primitif dan tidak
sadar dari kepribadian, gudang stimulus pokok. Id bekerja secara tidak rasional
dan secara impulsive, tetapi tanpa mempertimbangkan hal-hal yang diinginkan
tersebut mungkin atau dapat diterima dari segi moral. Superego adalah gudang
dari nilai individu, termasuk sikap moral yang dibentuk oleh masyarakat.
Superego seringkali bertentangan dengan Id. Id ingin mengerjakan hal-hal yang
dirasa baik, sedangkan superegomendesa mengerjakan hal yang benar.
Ego bekerja seperti wasit dari
pertentangan antara Id dan superego. Ego mewakili gambaran individual mengenai
realitas fisik dan sosial, dan gambaran mengenai hal-hal yang akan menimbulkan
sesuatu atau hal-hal yang mungkin terjadi didalam dunia yang dialaminya. Bagian
tugas ego adalah memilih tindakan yang akan memberi kepuasan atas desakan hati
tanpa menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.
c.
Teori
humanitis
Pendekatan humanitis terhadap pemahaman
memberi tekanan pada perkembangan dan aktualisasi diri dari individu. Teori
humanitis menekankan pentingnya cara mempersepsikan dunia mereka dan kekuatan
yang memengaruhinya. Teori humanitis menekankan individu dan pentingnya
aktualisasi diri bagi kepribadian.
4.
Belajar
Adalah proses
terjadinya perubahan yang relative tetap dalam perilaku sebagai akibat dari
praktik. Relative menunjukkan bahwa perubahan dalam perilaku harus banyak
bersifat permanen. Praktik dimaksudkan untuk mencakup formal dan juga pengalman
yang tidak terkendali. Perubahan yang menjadi ciri belajar mungkin adaptif dan
memajukan efektivitas tetapi mungkin juga tidak adaptif dan tidak efektif.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Struktur
organisasi adalah struktur yang terisi dari hubungan antara pekerjaan dan
kelompok-kelompok pekerja yang relatif tetap dan stabil dengan tujuan
memngaruhi perilaku individu dan kelompok guan mencapai prestasi yang efektif.
Adapun
bentuk-bentuk organiasi adalah organisasi garis, organisasi fungsional,
organiasi garis dan staf, organisasi gabungan. Masing-masing drai bentuk
organisasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Pada
umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan
pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari
sisi tingkah.
DAFTAR
PUSTAKA
Dr. H.B. Siswanto, M.Si, Bumi Askara materi
Penagantar Manajemen, Jakarta 13220
Bernard, Charles.1968.Function of The
Executive.Massachusetts: Harvad University Press
Catanese, Anthony J.
dan James Snyder.1988. Urban Planning Edition
created by Nur Hartina